Halaman

Salam silaturahmi Ikhwan dan Akhwat, selamat datang di blog ku
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Senin, 31 Maret 2014

Menghidupkan Semangat Rendah Hati & Menghilangkan Sifat Takabur

Menurut bahasa takabbur semakna dengan ta'azhzum, yakni menampakkan keagungan dan kebesarannya, merasa agung dan besar. Selain kata takabbur adapula kata ujub dan ghurur. Ujub adalah mengagumi atau membanggakan diri dari segala sesuatu yang timbul darinya, baik berupa perkataan maupun perbuatan tapi tidak merendahkan dan meremehkan oranglain.
Ghurur adalah sikap ujub yang ditambah sikap meremehkan dan menganggap kecil apa yang timbul dari oranglain tapi tidak merendahkan oranglain.
"Tidaklah masuk syurga orang yang didalam hatinya ada penyakit kibr (takabbur) meskipun hanya seberat dzarrah."
kemudian ada seorang laki-laki berkata, "sesungguhnya seseorang itu suka pakaiannya bagus dan sandal atau sepatunya bagus." beliau menjawab, "sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kibr (takabbur atau sombong) itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan oranglain."
(HR.Musllim)



Duta Islam Yang Pertama Mush'ab Bin Umair

     Mush'ab bin Umair adalah salah satu sahabat nabi yang pernah lahir dan dibesarkan dalam kesenangan, dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mewah. Mungkin tak seorangpun diantara anak anak muda Mekah yang beruntung dan dimanja oleh kedua orangtuanya seperti yang dialami Mush'ab bin Umair waktu itu.

Kesabaran Siti Hajar yang teruji

     Sebelum Siti Hajar menikah dengan nabi ibrahim As,ia adalah khadimat pada keluarga nabi Ibrahim dan siti sarah. Melihat Siti Hajar memiliki prilaku dan budi perkerti yang luhur , Siti Sarah yang belum juga memiliki seorang anak , merelakan suaminya menikahi Siti Hajar. Pasca pernikahan ini, setelah menunggu berpuluh tahun, keinginan keluarga nabi Ibrahim untuk memiliki generasi penerus dikabulkan Allah SWT, dengan kelahiran Ismail dari rahim Siti Hajar. Tetapi, baru saja beberapa saat berbahagia sebagai ayah, datang perintah Allah pada Ibrahim untuk membawa Siti Hajar dan Ismail pergi meninggalkan Palestina.

Rabu, 08 Januari 2014

Sahlah Binti Suhail Bin Amr


Dua kali berhijrah demi iman

Sahlah binti suhail berasal dari keluarga Quraisy terkemuka dan dihormati bangsa Arab. Ia menikah dengan Abu Hudzaifah bin Utbah bin Rabi’ah, yang juga berasal dari keluarga quraisy terhormat. Sahlah dan suaminya termasuk sahabat yang masuk islam pertama kali, bahkan sebelum rasullullah memulai majelis ilmunya di rumah Al Arqam bin Abu Al Arqam Al Makhzumi.

Asiah Binti Muzahim

Istiqomah sampai akhir hayat

Asiah adalah puteri seorang raja kerajaan Mesir kuno. Ia dibesarkan dalam lingkungan istana yang penuh kemegahaan. Ketika beranjak dewasa, ia dinikahkan dengan sepupunya yang kemudian menjadi raja bergekar Fir’aun. Raja fir’aun ini memerintah dengan tangan besi. Ia sangat sewenang – wenang dalam memerintah rakyatnya. Kemungkaran terbesarnya adalah memaksa semua orang untuk mengakui dirinya sebagai tuhan.